Stadion Estadio Azteca: Saksi Abadi Kejayaan Pele, Maradona, dan Sejarah Piala Dunia 2026
- tvonenews.com
VIVASoccer – Piala Dunia 2026 akan menandai babak baru yang revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia.
Untuk pertama kalinya, turnamen paling bergengsi ini digelar di tiga negara sekaligus, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
Format baru tersebut membuat upacara pembukaan tersebar di beberapa lokasi, namun perhatian utama dunia tetap mengarah pada satu tempat ikonik, yaitu Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko.
Bagi dunia sepak bola, Azteca bukan sekadar stadion. Ia adalah sebuah kuil olahraga yang menyimpan jejak sejarah panjang, menjadi saksi lahirnya momen-momen legendaris yang tak pernah pudar dari ingatan para pecinta sepak bola.
Salah satu kisah paling abadi yang lahir di Azteca terjadi pada final Piala Dunia 1970. Saat itu, Brasil berhadapan dengan Italia di hadapan lebih dari 100 ribu penonton.
Di stadion inilah Pele tampil memukau dan mengukuhkan statusnya sebagai Raja Sepak Bola melalui kemenangan telak 4-1.
Momen tersebut menjadi sejarah penting karena Brasil berhasil mengamankan trofi Jules Rimet untuk selamanya, setelah menjadi tim pertama yang meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali.
Di Azteca pula, Pele mengangkat Golden Goddess Cup, simbol kejayaan yang menyempurnakan kariernya sekaligus menjadi standar baru sepak bola indah bagi generasi berikutnya.
Sebagai catatan, sebelum trofi Piala Dunia modern digunakan, Golden Goddess Cup merujuk pada trofi yang dipakai pada periode 1930–1970.
Trofi tersebut tidak berbentuk bola dunia, melainkan menampilkan sosok Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani.
Dua dekade setelah kejayaan Pele, Azteca kembali menjadi panggung sejarah, kali ini melalui Diego Maradona pada Piala Dunia 1986.
Dalam laga perempat final antara Argentina dan Inggris, stadion tersebut menyaksikan dua momen yang kemudian menjadi legenda abadi sepak bola dunia.
Gol pertama yang dikenal sebagai Tangan Tuhan atau The Hand of God lahir dari kontroversi, ketika Maradona menggunakan tangannya untuk mengelabui kiper lawan.
Namun hanya beberapa menit berselang, ia menebusnya dengan Gol Abad Ini sebuah aksi individu luar biasa dari tengah lapangan, melewati hampir seluruh lini pertahanan Inggris sebelum mencetak gol.