Situasi Alfeandra Dewangga Kian Menarik Diikuti, Arema FC Bergerak Serius
- Instagram @persib
VIVASoccer – Nama Alfeandra Dewangga tiba-tiba menjadi salah satu topik paling hangat di media sosial sepak bola Indonesia, setelah gelandang bertahan serba bisa milik Persib Bandung itu dirumorkan kuat akan segera hengkang ke Arema FC menjelang musim 2026/2027.
Kabar kepindahan mantan pilar Timnas Indonesia U-23 berusia 24 tahun ini mendadak viral setelah sejumlah akun gosip sepak bola di Instagram seperti Fabrizioasia, transfermarkt.co.id, dan persibtoday25 kompak menyebut nama Dewangga sebagai incaran utama Singo Edan di bursa transfer musim panas ini.
Alasan di balik rumor kepergian itu terbilang sangat manusiawi, yakni soal minimnya menit bermain.
Sepanjang musim 2025/2026 lalu, Dewangga hanya tampil dalam sembilan pertandingan Super League ditambah tiga laga di ajang AFC Champions League Two, sehingga total hanya 12 laga yang ia jalani tanpa satu pun catatan gol maupun assist.
Bagi pemain semuda Dewangga yang masih berada di usia terbaik, angka itu tentu terasa sangat kurang dan mendorong adanya kebutuhan untuk mencari tempat yang bisa memberikan panggung bermain yang lebih konsisten.
Secara kualitas, rekam jejak Dewangga tidak perlu diragukan lagi di sepak bola Indonesia.
Ia merupakan salah satu pahlawan yang membawa Timnas Indonesia U-23 meraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, dan di level klub ia juga turut berkontribusi dalam tiga gelar juara BRI Super League beruntun yang diraih Persib Bandung.
Namun persaingan yang sangat ketat di lini tengah Persib membuat posisinya sulit untuk menembus susunan utama secara reguler.
Menariknya, sebenarnya peluang Dewangga untuk mendapat lebih banyak bermain di Persib musim depan masih sangat terbuka.
Persib dijadwalkan tampil di empat kompetisi sekaligus pada musim 2026/2027, yakni Super League, Piala Liga, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship, sehingga rotasi pemain akan menjadi keniscayaan dan peluang bermain bagi semua anggota skuad berpotensi meningkat signifikan.
Namun bagi Dewangga, kepastian menit bermain yang lebih reguler tampaknya menjadi pertimbangan yang lebih besar dibandingkan sekadar menunggu giliran di tengah persaingan yang tidak mudah ditembus.