Pria Tenggelam di Irigasi KW 9 Karawang Ditemukan Meninggal
- Istimewa
VIVANews - Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan keberadaan korban tenggelam di aliran sungai irigasi KW 9, Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Sabtu (15/8/2026). Korban diketahui bernama Ayen (44), seorang pria warga RT 04/RW 10 Dusun Bangkuang, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat.
Penemuan ini mengakhiri proses pencarian intensif yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang di saluran irigasi tersebut. Penyisiran di sepanjang aliran saluran irigasi KW 9 dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan sejak pagi hari.
Berdasarkan data resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Bandung, jasad korban berhasil dideteksi dan dievakuasi pada siang hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa penemuan korban terjadi pada pukul 12.32 WIB.
Titik lokasi ditemukannya korban berada tidak jauh dari lokasi awal diperkirakannya korban hanyut.
“Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 6°14'34.9296"S 107°17'4.254"E, atau berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal,” kata Ade Dian Permana saat memberikan keterangannya.
Proses evakuasi dari dalam air berlangsung aman dan lancar. Pada pukul 12.50 WIB, tim di lapangan berhasil mengangkat jenazah korban ke daratan sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa langsung menuju rumah duka keluarga di Mekarjati.
Evakuasi Selesai, Operasi SAR Karawang Resmi Ditutup
Pasca-evakuasi jasad korban ke rumah duka, seluruh unsur yang terlibat langsung mengumpulkan personel untuk melakukan koordinasi akhir. Petugas menggelar briefing penutupan serta debriefing evaluasi pelaksanaan operasi pencarian pada pukul 13.15 WIB.
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia dan teridentifikasi secara pasti, pihak Basarnas memutuskan untuk mengakhiri pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan tersebut.
“Dengan telah ditemukannya korban dan teridentifikasi dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” jelas Ade.
Pencarian skala besar ini melibatkan sedikitnya 44 personel gabungan dari berbagai instansi pemerintah, penegak hukum, organisasi kemanusiaan, hingga potensi masyarakat lokal.