Ancaman Perubahan Iklim Tak Lagi Soal Cuaca, Risiko TB Ikut Meningkat
VIVA - Perubahan iklim tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan lingkungan. Berbagai dampak seperti banjir, gelombang panas, hingga bencana hidrometeorologi dinilai turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, termasuk upaya pengendalian tuberkulosis (TB).
Isu tersebut menjadi salah satu fokus dalam Program Climate Action for Resilient and Empowered Healthcare Staff (CARES) yang dikembangkan KUMPUL Impact dengan dukungan AVPN.
Program ini mendorong penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader masyarakat agar lebih siap menghadapi keterkaitan antara perubahan iklim dan pengendalian TB.
Program CARES diawali melalui kegiatan kick-off pada 21 Oktober 2025 yang mempertemukan akademisi, praktisi kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas untuk membahas hubungan perubahan iklim dengan ketahanan sistem kesehatan.
Perubahan Iklim Dinilai Makin Terasa bagi Kesehatan
Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Budi Haryanto, mengatakan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia sudah mulai terlihat dan berpotensi meningkat apabila tidak diantisipasi.
Menurutnya, perubahan iklim dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit menular, termasuk tuberkulosis dan malaria, sekaligus memperburuk penyakit tidak menular seperti hipertensi maupun diabetes.
Kondisi tersebut juga disebut berdampak pada ketahanan pangan, kesehatan mental, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bencana seperti banjir, misalnya, dapat menghambat aktivitas ekonomi keluarga sekaligus mengganggu akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Bagi pasien TB, situasi tersebut berpotensi memengaruhi keberlanjutan pengobatan dan menambah beban ekonomi rumah tangga.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari belum optimalnya integrasi kebijakan perubahan iklim dan kesehatan, terbatasnya riset mengenai hubungan iklim dengan TB, hingga perlunya kolaborasi lintas sektor.
Kader Diperkuat Melalui Pendekatan Climate–TB
Sebagai tindak lanjut, CARES mengembangkan Modul Climate–TB yang digunakan dalam pelatihan tenaga kesehatan serta kader komunitas.
Program ini juga menghadirkan webinar melalui platform Plataran Sehat untuk memperluas pemahaman mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat.
Pelatihan kader kemudian dilaksanakan bersama Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Pusat. Materi yang diberikan mencakup hubungan perubahan iklim dengan kelompok rentan, risiko penularan penyakit, hingga tantangan akses layanan kesehatan.